Menguji Keterampilan Berpikir dengan Soal Objektif

Pada saat mengembangkan soal-soal pilihan ganda  untuk menguji  kecakapan berpikir level tinggi dengan menggunakan model Taxonomi Bloom, kami menghadapi kesulitan dalam menentukan memenuhi atau tidak memenuhi kriteria berpikir  pada tiap level.  Kesulitan bertambah karena pengklasifikasian level kecakapan berpikir menggunakan model revisi buah pikiran Lorin Andersen dengan menambah level  berkreasi.
Kita pahami bahwa Lorin Anderson merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990. Hasil perbaikannya dipublikasikan pada tahun 2001 sebagai Revisi Taksonomi Bloom. Perbedaan dari konsep sebelumnya adalah pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi analisis saja. Dilihat dari sisi jumlah tidak berubah dari sebelumnya. Namun, Lorin memasukan kategori baru yaitu creating  yang sebelumnya tidak ada 1).  Juga, pada konsep baru semua keterampilan dinyatakan dalam kata kerja yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganilis, mengevaluasi, dan berkreasi.

Berkreasi
Bagaimana tanda bahwa Anda telah berkreasi. Uraian pada 2) , Anda termasuk dalam kelompok yang berkreasi jika telah mendapatkan hal-hal di bawah ini.
  • Menemukan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya
  • Menemukan sesuatu yang ada di tempat lain yang belum anda sadari sebagai dasar pembaharuan.
  • Menciptakan sebuah proses baru untuk melakukan sesuatu
  • Mengulang kembali proses yang telah ada atau menghasilkan produk lama ke pasar yang baru atau berbeda
  • Mengembangkan cara baru dalam memandang sesuatu atau menyuntikan  ide baru ke dalam eksistensi tertentu.
  • Mengubah cara orang lain melihat sesuatu
Untuk memperoleh gagasan seperti yang terurai di atas, menurut Stella Ottrell 3) , perlu malukan lima langkah berpikir kreatif, yaitu:
  • Tundalah keinginan untuk menlai ketika Anda mencari ide-ide
  • Galilah ide sebanyak mungkin
  • Bualah daftar ide yang telah Anda dapat dengan mencatatnya.
  • Lanjutkan dengan menguraikan ide atau memperbaiki ide-ide
  • Biarkan pikiran bawah sadar Anda untuk menghasilkan ide-ide dengan menginkubasinya atau menyimpan ide baru Anda dalam pengeraman yang memungkinkan ide terus tumbuh.
Dari mana Anda peroleh ide-ide itu? Menurut Yodia Antariksa, ada empat pilar keterampilan berpikir kreatif, inovatif, seperti yang dinyatakannya dalam 4) , yaitu:
Elemen 1 : Associating. Keterampilan asosiasi adalah sejenis kemampuan untuk menghubungkan sejumlah perspektif dari beragam disiplin yang berbeda guna membangun satu gagasan baru yang bersifat kreatif.
Elemen 2 : Questioning.  “Kecerdasan seseorang tidak diukur dari seberapa bagus ia memberikan jawaban, namun dari ketrampilannya meracik pertanyaan”.
Contoh keterampilan yang dikembangkan: Pertanyaan mana yang paling sesuai dengan pernyataan di atas?
Elemen 3 : Observing. Dari kemampuan untuk melakukan observasi inilah, sesungguhnya telah banyak ide kreatif dilahirkan.
lemen 4 : Experimenting. Kita mengenal kisah indah dari Thomas Alva Edison puluhan tahun silam : ia telah melakukan eksperimen sebanyak dua ribu kali sebelum akhirnya menemukan bohlam.
Setiap penyusun soal perlu mempertimbangkan setiap penyataan pikiran dari tiga dimensi, yaitu
Pertama: langkah atau proses berpikir.
  • Kedua:  kompleksitas materi
  • Ketiga : Kebenaran isi.
  • Berikut enam level berpikir dalam ranah kognitif.
Level 6: Berkreasi
Berkreasi artinya berimajinasi atau mencipatakan ide, bentuk, disain, metode,  menggunakan alat baru, pelayanan baru, atau mendapatkan hasil yang baru. Bisa juga menerapkan cara lama namun digunakan dalam lingkungan baru sehingga menghasilkan hal baru di tempat yang berbeda. Menerapkan ide lama dalam pekerjaan yang barbeda sehingga ada penyempurnaan gagasan sehingga tujuan, target menjadi berbeda daripada sebelumnya.
Berdasarkan penjelasan singkat dapat diidentifikasi bahwa berkreasi dapat menggunakan kata kunci berikut:
  1. Memilih cara baru
  2. Mengkombinasikan….
  3. Mengembangkan struktur baru….
  4. Mendisain peraga baru..
  5. Mendisaian cara baru…
  6. Mengintegrasikan cara baru dengan yang telah ada…..
  7. Menemukan hal baru…..
  8. Mengmoles dengan warna baru….. pakaian yang berbeda….
  9. Mengorganisasikan ide lama dengan cara baru….
  10. Menggantikan tim lama dengan tim baru….
Contoh pertanyaan:
  1. Mengapa Anda perlu mengubah tujuan?
  2. Mengapa Anda menetapkan target yang lebih tinggi?
  3. Alternatif  pikiran manakah yang paling mungkin yang dapat Anda pilih?
  4. Pikiran mana yang perlu Anda ubah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik?
  5. Manakah cara yang paling Anda sukai?
  6. Memilih cara baru…?,
  7. Mengkombinasikan….
  8. Mengembangkan struktur baru….?
  9. Mendisain strategi baru..?
  10. Mendisaian cara baru…?
 Level 5: Evaluasi
Keterampilan berpikir pada level ini merefleksikan kemampuan menyajikan atau mempertahankan pendapat berdasarkan penilaian atau pengukuran informasi, validitas ide, atau kualitas kerja berdasarkan  seperangkat kriteria.  Mengevaluasi berarti mengukur atau menilai kekuatan, keunggulan, kelemahan; membandingkan dua atau beberapa hal sehingga diperoleh kesimpulan yang paling kuat, paling lemah, paling profektif dsb.
Model pertanyaan:
  1. Apakah Anda setuju dengan tindakan? Argumentasi mana yang paling sesuai dengan pikiran Anda?
  2. Setelah membaca pernyataan di atas, opini mana yang paling Anda pertimbangkan paling sesuai . . . ?
  3. Jika Anda tidak setuju dengan pernyataan di atas, Alasan mana yang paling sesuai dengan kriteria yang seharusnya Anda terapkan?
  4. Tindakan mana yang paling sesuai dengan asas pengembangan…..?
  5. Jika anda menyutujui itu, Mengapa Anda memilihnya?
  6. Setelah Anda membaca pernyataan di atas, menurut Anda rekomdasi mana yang paling tepat ….?
  7. Untuk mendapatkan kesimpulan argumentasi tersebut kuat atau lemah, teknik evaluasi mana yang Anda pilih?
  8. Dari beberapan itu mana yang Anda priritaskan, mangapa?
  9. Berdasarkan pengetahuan yang Anda kuasai tentang penilaian…..penjelasan mana yang argumentasinya paling kuat?
  10. Perhakan kesimpulan, informasi mana yang paling menunjang  kesimpulan di atas?
  11. Jika dua pernyataan itu dibandingkan, maka mana yang paling baik argumentasinya?
Level 4:  Analysis
Pada level ini soal menguji kemampuan mengurai informasi ke dalam beberapa bagian, mengidentifikasi motif, dan penyebab; merumuskan kesimpulan, menyusun bukti-buktu  yang mendukung kesimpulan. Kemampuan sitesis adalah lebih menekankan pada kemampuan untuk mengintegrasikan informasi yang tersebar, menghimpun berbagai penemuan sehingga dapat dirangkai menjadi kesimpulan atau alternatif solusi.
Dalam  kecakapan berpikir analisis-sintesis menggunakan kata analisis, mengurai, membagi, menginspeksi, survey, membedakan, menyusun daftar, menggambarkan hubungan,  merumuskan kesimpulan,dsb.
Contoh pertanyaan:
  1. Bagian mana yang menurut Anda paling menentukan hasil….?
  2. Bagimana hubungannya sehingga hal itu berpengaruh…?
  3. Mengapa anda pikir bahwa tema itu menjadi faktor utama…?
  4. Motif utama ada pada pernyatan mana?
  5. Perhatikan pernyataan di atas, mana yang masuk dalam kategori…?
  6. Skema mana yang paling sesuai dengan pernyataan di atas?
  7. Perhatikan tabel, bagian  mana yang paling penting untuk mendapat perhatian?
  8. Bagaimana hubungan antara…….dengan ,,,,,,?
  9. Dapatkan Anda dapat membedakan antara….dengan ,,,,?
  10. Apakah antara….dengan …..menunjkan fungsi yang berbeda?
Level 3:
Aplikasi – pada level ini soal menguji kemampuan memecahkan masalah melalui penerapan ilmu pengetahuan, teori, pnsip, prosedur dengan menggunakan fakta, data, informasi, dan berbagai teknik dalam berbagai kondisi yang berbeda.
Kata kunci yang dalam keterampilan ini meliputi; menerapkan, membangun, memilih, menyusun, mengembangkan, mengorganisasikan, mengaplikasikan, mencoba…., merencanakan untuk …., menyeleksi, memecahkan,,,, membuat model, dan mengidentifikasi berdasarkan….
Contoh pertanyaan;
  1. Contoh mana yang dapat Anda pilih……dari sejumlah alternatif berikut ?
  2. Bagaimana anda memecahkan masalah ……..dengan menggunakan pengetahuan yang telah Anda peroleh?
  3. Bagaimana mengintegrasikan …….agar lebih mudah dipahami?
  4. Cara mana yang Anda gurnakan agar materi itu lebih mudah dipahami?
  5. Bagaimana cara mengembangkan keterampilan …….agar rencana lebih mudah diterapkan. ?
  6. Apa hasilnya jika anda menerapkan……… ?
  7. Penggunaan teori mana yang menurut Anda paling efisien  . . . ?
  8. Elemen apa yang akan anda tambahkan untuk mendapat hasil terbaik?
  9. Penggunaan informasi yang mana yan gpaling sesuai  untuk menunjukkan bahwa tindakan itu perlu segera?
  10. Pertanyaan seperti apa jika dalam interview . . . ?
Level 2:  Memahami
Pada level ini soal menguji kecakapan berpikir sehingga seseorang dapat menjelaskan, membandingkan, membedakan, menterjemahkan, menafsirkan, mendeskripsikan, mengilustrasikan konsep atau ide.
Contoh pertanyaan:
  1. Yang mana pengelompokkan …… yang paling tepat?
  2. Apa beda antara ….dengan ……?
  3. Penafsiran yang paling sesuai dari data itu?
  4. Apa ciri pembeda yang palinga kontras antara….dengan ,,,,,?
  5. Pernyatan yang paling sesuai dengan …. adalah…?
  6. Apa masalah utama dalam pernyataan di atas?
  7. Pernyataan mana yang paling mendukung pernyataan di atas?
  8. Dapatkah anda menjelaskan apa yang sesungguhnya yang terjadi?
  9. Dapatkan Anda pilih pernyatan mana sebenarnya yang sebaiknya Anda pilih?
  10. Pertanyaan mana yang paling tepat untuk merumuskan masalah dalam pernyatan di atas …?
  11. Bentuk ringkasan mana yang paling sesuai . . . ?
Level 1: Mengingat
Pada level ini menguji kemampuan untuk menyatakan ulang materi yang dipelajari sebelumnya, mengingat kembali definisi, fakta, pernyataan, atau konsep dasar dengan mengandalkan daya ingat.
Contoh pertanyaan:
  1. Apakah …..?
  2. Bagaimana prinsipnya
  3. Berapa banyak syarat yang Anda ingat
  4. Kapan itu dimulai…?
Berikut Contoh Soal C6 untuk menguji kecakapan berpikir menentukan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya sehingga pekerjaan itu menjadi model pembaharuan yang akan dilakukannya.
Bapak X  memimpin sekolah di desa yang berjarak 7 kilometer dari ibu kota kecamatan. Tidak semua lulusan dari sekolahnya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagian besar lulusan mencari nafkah di kota-kota besar. Karena itu, Bapak X selalu berusaha mengarahkan guru di sekolahnya agar mengajar dengan penuh keihlasan untuk membekali siswanya dengan pengetahuan  sama dengan murid di perkotaan. “Kita gunakan sumber belajar yang sama”, begitulah yang sering dia katakan.
Lain lagi dengan Ibu Y, ia menjadi kepala sekolah di pusat kota, berjarak 2 kilometer saja dari kantor gubernur. Di sekolahnya belajarlah anak-anak terpandai di kotanya. Harapan kepala sekolah dan guru-guru pada sekolah ini sangat tinggi. Dalam dua tahun terakhir mereka berjuang membantu siswanya agar dapat meraih juara matermatika dalam olimpiade tingkat nasional, namun prestasi yang sekolah dambakan belum dapat mereka  raih.
Strategi pembaharuan yang paling penting yang dapat Saudara rekomendasikan kepada kedua  kepala sekolah sesuai dengan prinsip pencapaian standar dalam mewujudkan cita-citanya  ialah…..
A.  menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang meliputi kegiatan pemenuhan delapan standar nasional pendidikan dengan berlandaskan pencapaian program pada tahun sebelumnya.
B. menentukan tujuan  RKAS dengan indikator target pencapaian yang terukur, meenggunakan instrumen pengukuran, dan mengolah data yang terhimpun untuk memastikan proses belajar dan hasil belajar memenuhi target.
C. mengembangkan visi-misi sekolah yang dirumuskan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan serta hasilnya disosialisasikan sehingga seluruh kegiatan pembaharuan yang sekolah laksanakan mengarah pada pencpaian visi-misi.
D. merencanakan dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa mengembangkan kompetensi dan potensi dirinya sehingga dapat beradaptasi dengan tantangan kehidupan yang nyata pada lingkungannya.
Analsis soal:
Pengetahuan yang perlu seorang kepala sekolah adalah menguasai cara memenuhi standar yaitu menetapkan target pada tiap indikator pencapaian tujuan  dan mengukur pencapaian target. Untuk mengukur pencapaian, kepala sekolah wajib memiliki instrumen dan menggunakan instrumen pengukuran. Daya analisis dua kasus yang sama-sama memiliki target yang berbeda menguji kecakapan berpikir untuk mengenali fakta, menganalisis kesamaan dan perbedaan, menarik kesimpulan, dan menerapkan konsep dalam pelaksanaan tugas. Kompleksitas berpikir yang ditunjukkan mendapat tantangan untuk memiliki jawaban yang paling sesuai dari kasus yang berbeda.

Sumber : gurupembaharu.com

Referensi:
1) http://www.hilman.web.id/posting/kat/14/design.htm2) http://www. brainstorming.co.uk/ tutorials/creativethinking.html,
3) http://www.palgrave.com/skills4study/studyskills/thinking/creative.asp4) http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills
0 Responses